BELAS KASIH DAN KEBAIKAN

BELAS KASIH DAN KEBAIKAN Jika kita dapat melihat secara mendalam, dengan kejernihan, tanpa penghakiman ini dan itu, tanpa dipengaruhi oleh dogma dan doktrin agama, maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya di dunia ini tidak ada orang baik, tidak ada orang jahat, tidak ada orang Hindu, orang Buddha, orang Islam, orang Kristen, tidak ada orang Bali,…

TIDAK MENYAKITI

TIDAK MENYAKITI Sadhana [praktek spiritual] tidak menyakiti, terkait sangat erat dengan kejernihan, ketenangan dan kesadaran di dalam diri. Terutama karena di alam ini terdapat hukumnya, yaitu apapun perkataan yang kita ucapkan dan apapun perbuatan yang kita lakukan, secara pasti akan memantul balik ke dalam kecenderungan pikiran kita sendiri. Artinya, jika kita sering-sering menyakiti orang lain…

SAMSARA

SAMSARA : SIKLUS KELAHIRAN, KEHIDUPAN DAN KEMATIAN YANG TERUS BERULANG-ULANG Walaupun secara sekala [dilihat dengan mata biasa] kehidupan ini seolah-olah sepertinya hanya sekali saja dan jangka waktunya sangat singkat, tapi sesungguhnya selama milyaran tahun Atma telah menempuh perjalanan di alam semesta melewati jutaan kehidupan dan kematian, dengan menggunakan jutaan tubuh fisik. Sejak jaman yang sangat…

Di dalam lubuk pikiran kita terdapat sebuah “ruang”, yang hendaknya kita isi dengan belas kasih dan kebaikan yang berlimpah. Karena jika kita gagal mengisi ruang tersebut dengan berlimpah belas kasih dan kebaikan, maka ruang itu akan diisi oleh kesengsaraan dan kegelapan pikiran. Belas kasih adalah jalan kesadaran yang sangat indah. Melaksanakan praktek belas kasih tidak…

MANAH SHANTI / ATMA JNANA

MANAH SHANTI / ATMA JNANA Makna dari menemukan kembali Manah Shanti atau “kedamaian sejati di dalam diri”, atau menemukan kembali Atma Jnana atau “pencerahan Kesadaran Atma” di dalam diri, tidaklah berarti membuat pikiran-perasaan kita agar selalu baik, positif, tenang dan damai untuk selama-lamanya. Sama sekali tidak seperti itu. Karena hal itu tidak mungkin terjadi. Selama…

Hampir semua kebangkitan spiritual manusia dimulai dengan mengalami kesukaran, masalah, rasa sakit dan kesengsaraan dalam kehidupan. Sayangnya ada sebagian manusia, yang ketika mengalami kesukaran, masalah, rasa sakit dan kesengsaraan dalam kehidupan, kemudian menolak dan melawan seperti dengan cara mengumbar kemarahan, bertengkar, berkelahi, bercerai, dsb-nya. Sebagian lagi manusia melarikan diri ke jalan yang berbahaya, seperti mabuk…

Coba kita perhatikan di dunia ini, kita akan melihat ada banyak wajah manusia yang di dalam dirinya mengalami kegelisahan dan kesengsaraan. Tidak puas, tidak pernah bersyukur, banyak protes, banyak bertengkar, selalu bersaing, selalu membandingkan, adalah sebagian contoh lain dalam hal ini. Sering mimpi buruk, sering dihantui kenangan buruk, sering dikejar rasa bersalah, cemas menghadapi masa…